Sukoharjo –Bumi Nusantara memang yang kaya akan sumber daya alamnya. Nah, salah satunya adalah rotan.
Furniture dari rotan banyak terdapat di sekitar kita. Sebut saja, aneka model kursi dari rotan, meja sampai hiasan dari rotan. Model furniturerotan ini nyaris sama dengan yang terbuat dari kayu.
Kerajinan rotan ini dapat kita jumpai di berbagai daerah di Indonesia. Di Surakarta, Anda bisa menjumpai kerajaan sentra kerajinan rotan. Yakni di Desa Jamur , Kalurahan Trangsan, Kecamatan Gatak, Sukoharjo. Menurut kata orang, yang merupakan salah satu pengrajin rotan di daerah tersebut, sejak dulu Desa Trangsan memang terkenal dengan kerajinan rotan.
“Di sini kebanyakan hampir semua pekerjaannya dari rotan. Memang dari orang tua dulu udah rotan usahanya, dulu orang tua sedikit yang bikin, kebanyakan cuma menjual. Biasanya ya naik sepeda itu, keliling kemana-mana. Lalu lama kelamaan ya di kembangkan sendiri
Produk akhir dari proses pembuatan furniture rotan ini membuat industri kerajinan rotan diterima di pasar internasional, khususnya Cina, Korea Selatan bahkan Inggris. “Sekarang ini kebanyakan yang laku itu ada kursi-kursi makan, ada juga parsel ,meja makan kursi santai DLL. .
Bagi Anda pecinta furniture dari rotan, tak usah khawatir mengenai cara perawatannya., perawatan furniture rotan cukup dilap dengan kain agak basah. “Kalau masalah rotan itu perawatannya ya cuma anu Mbak, kita itu dari awal harus tahu bahan baku yang pertamanya itu lihat rotan bagus atau enggak. Rotan itu kalau yang bagus kelihatan kok Mbak, dari fisiknya ya.. kuatnya, kokohnya itu bisa dilihat. Kemudian cara merawatnya cukup dibersihkan itu udah awet sekali, tergantung cara awalnya sebelumnya kita kan juga dikasih anti rayap,” jelasnya.
Desa Trangsan yang terkenal dengan kerajinan rotannya memang memiliki peran yang penting di bidang perekonomian. Karena, selain bisa menyerap banyak tenaga kerja, berdasarkan penelitian Bank Indonesia bersama UKSW Salatiga dan UMS, furniturerotan dari Trangsan termasuk dalam kategori layak usaha.
adapun beberapa permasalahan yang saat ini dihadapi perajin rotan di Trangsan yaitu mengenai bahan baku rotan. “Sekarang persaingannya masih ketat Mbak. Masalahnya negara Asia lainnya seperti Filipina, Thailand, Vietnam juga ikut terjun main rotan di pasar internasional. Padahal mereka itu produksinya bahan mentahnya dari sini dari Indonesia. Makanya kita semua pengrajin rotan di sini mendukung sepenuhnya TBBR atau Terminal Bahan Baku Rotan didirikan dan juga pemerintah juga harus mempopulerkan rotan ini di dunia internasional terutama,”